Time and Date

Sunday, April 1, 2018

1 April 2018


1 April 2018

Hai

Helow

Hahahahahha apa kabarrr Gaesssssssssssss. Ya ampun udah lama banget gak crita. Parah2... hahahaha. Oh yaaa Happy Easter ya!!! Hari ini hari Paskah =D Makna Paskah buat aku sendiri apa yak: Tuhan sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Sehingga hidup kita ga boleh menjadi hidup yang biasa-biasa aja. Makannya harus hidup secara serius dan berkualitas. *azeekkk~

Banyak banget sih yang mau gw bagiin dan critain. Tapi terlalu banyak ampe bingung. Gimana dong. Hahaha. Ini gw ngantuk banget. Krn  kurang tidur, beberapa hari ngurusin Jumat Agung, Sabtu Sunyi, Paskah. Tapi ini disuruh nungguin Emakkk saya pulang, jadinya saya nulis bentar dechhh.. Daripada bingung, kita mulai dengan ungkapan syukur....

1. Bersyukur banget rangkaian Jumat Agung-Paskah nya kelar. Dan berbagai pihak dan orang-orang baru terlibat. Panjang deh ceritanya. Tapi intinya bersyukur banget. Bertahun-tahun ngurusin hal yang sama (hari-hari besar Gerejawi) tapi tahun ini cara gw merespon setiap kendala lumayan jauh berbeda (in a good way). Mungkin karena udah ‘agak lebih’ dewasa kali ya. Hhahaa. All glory to God!

2. Bersyukur murid-murid di tempat kerja tambah banyak (gak mau sebut merek, karena satu dan lain hal hahaha). Tapi jujur, baru kali ini ‘susah’ banget nge-handle nya. Tapi yaa that’s life kan ya. Klo tambah gampang mah bukan hidup namanya. Toh klo semua hal bisa kita kontrol, gak lagi deh kita berserah. *mengingatkan diri sendiri

3. How is my love life. Di usia gw yang 27 tahun ini adalah hal yang tidak normal kali ya klo blom punya pacar. Ok ralat deh. “blom pernah”. Hahhahahaa. But I’m grateful for it sihhh.. Dari dulu doa gw: Emang gw mau sekali pacaran untuk seumur hidup. Dan gak mau masa muda gw habis waktu untuk percintaan2 ga penting, tapi mau sibuk buat kesibukan Tuhan ajah. Dan doa tersebut gak berubah sampai sekarang =D   Welll...aku jg belajar bahwa segala sesuatu gak bisa diukur/dianalisa dengan “hikmat-perhitungan manusia”. Menurut aku ya, segala sesuatu tuh bisa diusahakan. Mau pinter? Belajar. Mau jago? Latihan. Tapiiiiiii, mau dapet jodoh? Nah ini salah satu  hal yang mnurut gw berada di luar kontrol kita. Mungkin ada kontrol kita tapi dikit. Dikit banget. Nyiapin diri. Bukan nyiapin sih, actually. Hidup sebaik mungkin, untuk Tuhan. Bukan untuk get someone. Along the way God will send the one yang bla bla bla bla.. Panjang lah penjelasannya. Ntar kapan2 yaa jadi topik khusus *wink

4. Passion. Piano. Biola. Trumpet. Makin hari makin menyadari betapa gw sangat cinta dan tambah cinta sama musik. Makin hari makin seru. Makin bersyukur akan pekerjaan yang Tuhan kasih. Tentu ada (dan selalu ada) tantangan2 yang gak mudah, tapi yaaaa as long as kita tahu bersama Siapa kita berjalan, ya tenang aja yaa... Gw ngerasa jadi orang yang jauh lebih tenang gituuuu... Kayaknya karena main trumpet jadinya nafasnya tenang gitu deh. Apa gw lebay yahh? Tapi benerann dehh. Ahhahaha.

5. Baca buku. Pokoknya tahun ini gw gak mau baca buku baru apa-apa selain nyelesain Alkitab. Ada sih satu buku yang lagi gw selesain karena nanggung udh mau abis dan buku2 yang emang gw harus baca karena keharusan ini dan itu. Gw jg lagi program-in (MAKSA) Bapak gw baca Alkitab 3 pasal tiap hari plus buku tafsirannya. Gw check-in mulu tiap hari. Malah lebih rajin dia dari gw (bokap gw lebih sempet soalnya, kan dah pensiun). Hahahaha excuse membela diri ya fran =D

INI NYOKAP GW MANA GA PULANG2. Keterlaluannn. Tau gitu kan gw bisa tidur!!!! Yaudah, Gaesss. Gw tidur aja. Take care yaaaaa. Tuhan berkati selalu. Hubungi aku ajaahh klo ada yang mungkin bisa kubantu =D @frantyozora


Peluk hangattttt,
Franty Ozora
-->

Sunday, March 12, 2017

Changing

-->
Halooo semuanyaaa!! Apa kabarrr? Gila gila udah lama banget gw gak nulis. Masih sih, tapi journaling di buku jurnal dan puji Tuhan skarang dipercaya untuk  ikut kontribusi nulis di sebuah buku yang keluarnya per bulan yaitu buku.... ada dehhh ahhaha. Kapan2 gw critain =) Smoga kabarmu baik2 aja yahhh~

Welll... So how’s life so far... Hmmm... So many things have changed in my life. Apa tuh..

My self.

Asli. Gw berubah bangettttt. Secara fisik, asli gw gendutan (kata orang sih enggak) krn makan seenaknya, jadinya baju2 lucu gak muat. Hufttt. Alhasil januari kmaren ampe skarang gw makan sehat+olahraga . Dan udah keterusan meski udah  mencapai target. Toh tubuh itu Bait Allah jadi sebenernya mesti dijaga baik2 hehee. BUT that’s not the main point.

Yang berubah adalah adalah ‘my inside’. Karakter, pola berpikir. Totally different. Berbagai pengalaman yang Tuhan ijinkan terjadi baik itu mengenakkan maupun enggak enak. Berelasi dengan berbagai orang yang Tuhan ijinkan untuk masuk dan keluar di hidup gw. Buku, lagu, video, isi media2 sosial yang secara langsung gak langsung berpengaruh. Banyak pula new (good) habits yang terbentuk dan mengisi hari-hari serta memberi banyak warna baru dalam hidup. Nah, apa aja nih new habits? Asli gw pengen banget share ke lo pada. Karena bener bener bener mengubah hidup gw jadi lebih baik dan much more enjoyable. Ntar yak pas ada waktu lamaan dikit buat nulis nyantai2.

Yan sering bikin w merasa bersalah bahwa ada quote yang bilang: God gave you message. You should share it to others. Duhhhh. Soon okay =D

Olraitttt,  I mesti rapat di gereja.

Apapun yang terjadi, selalu katakan: Tuhan Yesus baik.. Sebenernya gw lagi ada masalah gede banget hufftt.... Hhahhaha. Take care, and have a nice day, Gaes!! Contact akuh aja klo butuh sesuatu, siapa tau bisa nolong. At least bisa bantu doa. Hehhee. frantyozora@gmail.com
Abis olahraga nih gw. hehee. Sehat kann makanannyaaa.

With Loveee from Cinere 12 march 2017.

Franty Ozora

Saturday, September 24, 2016

The Sacred Search

Haloooo Semuaaaa!!! Jadi ogut abis baca buku berjudul: “The Sacred Search”, yaa ala-ala pencarian pasangan hidup yang kudus gitu dehhh. Cieeee~

Gw mau membagikan kalimat-kalimat bagus yang ada di bab terakhir buku ini . Semoga berguna bagi kamuh2 cemuah ya (Karena ini sih berguna bagi gue hehee). Pssstt…. karena ini buku terjemahan, jadinya maaf bahwa agak “dangdut” bahasanya. Hihihi. Coba kita bacanya pelan-pelan, dicerna satu –persatu.. Olraittt, jadi sang penulis, Gary Thomas berkata:

“Namun, izinkan saya memberi Anda sebuah mimpi buruk yang lebih menakutkan lagi: sebuah pernikahan tanpa misi, sebuah kehidupan tanpa tujuan, sebuah hubungan tanpa apa pun yang melampaui “kebahagiaan” diri sendiri. Matius 6:33, mencari dahulu kerajaan Allah, menghembuskan napas hidup ke dalam setiap pernikahan dan segala segi kehidupan lainnya, saya percaya adalah satu-satunya alasan terbaik bagi dua orang untuk menggabungkan masa depan bersama. Pasangan-pasangan semacam itu tidak akan hilang dalam situasi yang sekadar mengejar kesenangan yang bertahan selama lima puluh atau enam puluh tahun berikutnya; mereka akan teguh hati menjalani kehidupan hingga kekekalan.

Setelah menulis dan berbicara mengenai pernikahan selama satu setengah dekade, saya telah melihat betapa banyak waktu dan energy yang dihabiskan orang-orang muda mencoba bertahan hidup dan membereskan pernikahan yang sangat sukar. Saya pikir tidak ada pernikahan yang mudah. Tetapi, beberapa pernikahan benar-benar membutuhkan perawatan ekstra. Jika Anda menikahi seorang pecandu atau orang yang tidak dewasa secara rohani, misalnya, berarti Anda sedang mempersiapkan diri untuk bergumul seumur hidup.

Paulus mengatakan hal ini sebagai salah satu perhatian utama ketika mempertimbangkan untuk menikah. Ia menunjukkan bahwa orang-orang yang menikah teralihkan perhatiannya, karena harus meluangkan waktu demi menyenangkan suami atau istrinya. Namun, beberapa pernikahan lebih menguras perhatian daripada yang lainnya, sementara beberapa pernikahan justru memberi basis dukungan bagi pelayanan yang penuh perhatian dan terpusat supaya berkenan bagi Allah.

Jika para lajang bersedia mempertimbangkan hal ini sebelum mereka menikah, jika mereka bersedia memurnikan motif mereka dalam mengejar pernikahan, dan jika mereka bersedia membuat hal ini sebagai dasar untuk memilih siapa yang akan mereka nikahi, maka kita akan melihat tuaian yang berlimpah. Dengan kata lain, jika Anda melihat pada pertanyaan mengapa Anda ingin menikah sebelum memilih siapa yang akan Anda nikahi, maka Anda kemungkinan besar akan membuat pilihan tentang siapa yang akan Anda nikahi secara lebih bijak. Ini bukanlah pilihan untuk memilih siapa atau mengapa. Ini adalah tentang fakta bahwa menanyakan alasan mengapa terlebih dahulu dalam merencanakan pernikahan akan membantu Anda memilih siapa yang terbaik.

Saya dengan sangat rindu menanti-nanti hari di mana orang akan membuat pilihan tentang pasangan pernikahan yang bijak sehingga mereka dapat berdoa tentang di mana mereka harus tinggal demi menghasilkan dampak paling besar bagi Kristus, bukannya berdoa supaya mereka bisa hidup berdampingan di dalam rumah yang sama tanpa harus saling berteriak atau bertengkar. Saya berdoa supaya Allah membangkitkan banyak pasangan yang begitu harmonis satu sama lain, sehingga mereka akan menjadi lebih perkasa untuk berdiri teguh melawan serangan rohani yang tak terelakkan kepada semua orang Kristen yang berbuah-buah. Saya berdoa agar orang-orang Kristen memiliki dan/atau mengadopsi banyak anak serta mengizinkan anak-anak itu melihat bagaimana wujud dari pernikahan yang berpusat pada Tuhan itu. Saya berdoa agar para pasangan semacam itu memperoleh waktu dukungan dan konseling saat mereka mengalami masalah dengan dosa, bahkan lebih lagi  mereka akan menjadi sumber inspirasi bagi pasangan-pasangan lainnya-akan konseling, doa, dorongan semangat, dan teladan baik.

Anda tidak pernah tahu seberapa banyak waktu yang disia-siakan oleh orang-orang yang memiliki pasangan tak seimbang demi membuat pernikahan mereka sedikit lebih melonggarkan hawa frustasi. Saya ingin Anda memperoleh gambaran positif - sebuah visi tentang seberapa banyak pekerjaan di kerajaan Kristus yang bisa diraih oleh dua orang yang bijak saling berpasangan dan bekerja dalam harmoni demi mencari dahulu kerajaan Allah, bertumbuh dalam kesalehan, dan memenuhi panggilan unik mereka di dalam Kristus.

Kita memerlukan lagi lebih banyak keluarga-keluarga semacam ini. Tidak akan ada cukupnya kebutuhan akan keluarga-keluarga semacam ini. Ada kelangkaan akan keluarga-keluarga semacam ini pada hari-hari ini. Sebagian besar dari Anda akan mendapat satu kesempatan untuk menciptakan sebuah keluarga semacam ini. Tolong, plihlah dengan bijak. Kami butuh Anda untuk membuat pilihan yang bijak.”

:’’’’) Oh well… Menurut gw, ini maknanya dalem dan manis banget :’’’) Khususnya yang gw kasih bold. Ahhh akuh terharuu~~ I recommend you this book, Gaesss! Eitssss tapi jangan kita lupa bahwa sukacita penuh kita peroleh bukan karena menikah ataupun tidak menikah tapi karena kehadiran Sang Penyempurna Sukacita di kehidupan kita (Yoh 15:11). HOREYY!!!



With lotsss of love,
Franty Ozora

15 September 2016


 

Tuesday, August 30, 2016

Gentle Influence

"God has entrusted each of us with influence in the lives of others. We have a deep responsibility in those relationships, not only to spouses and children, but to friends, employees, and customers. The temptation to press too hard, to demand too much, to force progress, or to orchestrate success can lead us to harm others even when we don’t realize it. For this very reason, followers of Christ are urged to be patient and gentle with one another (Col. 3:12). Since Jesus, the Son of God, came in humility, how can we withhold such kindness from one another? 


What kind of expectations do you have of the people in your life—at home and at work? Think about the influence you might have on others. How can you reflect more of the character of Jesus?"


*Selasa 30 Agustus 2016. Lagi libur kantor. Lusa pergi ke kawah ijen horeee....Banyak banget nih yang pengen dikerjain. Welll..mari pilih yang terbaik di antara yang baik. hihihiyy. Mwah! *

Saturday, July 9, 2016

(IN + OUT) x PUT

Alohaaaa~~~ Apa kabar, Teman? Apa pun yang terjadi, tetap tersenyum yahh =))) Kali ini gw akan bercerita mengenai (lihat judul di atas: A x C tambah B x C) yaitu: 'INPUT' dan 'OUTPUT'. Iyee judulnya sengaja agak matematik biar menarik. Syalalaa~

Pada umumnya (dan idealnya) kita menempuh pendidikan dari TK sampai kuliah. Seringkali kita pun ikut kursus (les) ini itu, ya les Inggris, les musik, ekskul olahraga, dll. Kemudian, masuklah kita ke dalam dunia pekerjaan. Waktu dan tenaga terkuras habis di sini demi mendapatkan sesuap nasi (dan juga mie ayam, babi kecap, steak, sushi, dll. Hehehe). Terlebih lagi jika kita telah memiliki keluarga, dimana fokus harus dibagi kepada pasangan hidup dan juga anak (Oh no! Mulai berat). Lanjut!

*berdasarkan definisi pribadi…..

Belajar/menempuh pendidikan = input

Kita (secara sengaja) memasukkan ilmu/pengetahuan ke dalam diri kita guna mempersiapkan diri untuk mampu bekerja.

Bekerja = output

Kita menggunakan ilmu yang sudah kita miliki dan menyalurkannya ke luar untuk menghasilkan suatu karya, uang, atau hal yang lainnya.

Seringkali proses input terhenti ketika kita memasuki dunia pekerjaan, dengan berbagai alasan, mis: 'tidak ada waktu'. Namun, yang lebih miris: Minimnya kesadaran bahwa ‘input’ harusssss terus-menerus dilakukan tanpa ada batasan waktu/umur. Entah ilmu apa pun itu. Bisa sesuatu yang sejalan dengan bidang pekerjaan kita, bisa pula dari bidang-bidang lain. We should never stop learning something new. Just because we are in our 30s or 40s, or even 60s doesn’t mean we can’t learn new interesting things.

Pertanyaan besarnya: “Masihkah kita melakukan ‘input’ di tengah-tengah kesibukan ‘output’ kita?

Salut melihat orang-orang yang terus haus akan pembelajaran, dengan menempuh kuliah lanjutan sembari bekerja. Mereka yang ikut (misalkan) les bahasa/les musik/les apa pun itu di tengah-tengah kesibukan pekerjaan mereka. Mereka yang bergabung dengan komunitas tertentu (seperti) marching band/teater/apa pun itu dan menggelutinya  secara serius meski profesi utama mereka adalah (misalkan) Ibu rumah tangga/karyawan, dst.

Menambah ilmu tidak semata-mata dengan mengikuti kelas/kursus/dari text book/bergabung dalam suatu komunitas. Namun, bisa juga dilakukan dengan membangun network: Mengenal dan menjalin hubungan dengan orang-orang baru. Terlebih dengan mereka yang menjadi panutan/teladan kita, dimana percakapan dengan mereka bisa memberikan kita banyak ‘input’. Namun pada dasarnya, relasi yang kaya akan pembelajaran pun bisa dilakukan melalui berbagai orang tanpa ada batasan kalangan maupun usia. Every person has stories to tell and we can learn from it!

Bagaimana denganku? (krn ini blog gw, ya masa gw gak cerita tentang diri sendiri. heuheuheu)

Nampaknya Tuhan menjawab doa yang selalu kupanjatkan tiap hari, yakni: “…agar ‘api’ ku di dalam hidup, dapat terus menyala-nyala”. Besar sekali perasaan di dalam dada untuk bisa mengoptimalkan segala apa yang telah dianugerahkan oleh Sang Pencipta ke dalam diri ini. “Live life to the fullest”.  Kutipan barusan mendorongku untuk terus-menerus melakukan ‘input’ di tengah-tengah hiruk-pikuk profesi sebagai musisi dan guru. Menurutku, salah satu kesulitan dari profesi ini adalah: Kita harus menetapkan goal/target yang (sebagian besar) benar-benar harus berasal dari diri sendiri. Lain halnya ketika kita bekerja di kantor (ya gw juga kantor sih tapi beda deh haha), dimana tugas-tugas memang dijelaskan secara gamblang dalam job desc, dan amat mempengaruhi insentif yang akan kita terima. 

Puji Tuhan, banyak sekali niatan ‘input’ tersebut, seperti: terusss berlatih dengan target menghabiskan buku piano/biola tertentu, belajar alat musik baru: trumpet yang nantinya akan disusul drum (setidaknya mesti ngerti alat musik ritmis supaya bagus klo bikin komposisi), belajar sendiri text book komposisi dan target jadi sekian aransemen dalam tenggang waktu sekian, dengerin superrr banyak genre lagu untuk dapet ide2, demi persiapan jadi istri aku juga belajar cooking and baking, guna memperluas network aku pun masuk ke komunitas2 baru, memperdalam pengenalan akan Allah dilakukan dengan membaca lebih banyak buku-buku yang doktrin Kristen nya kuat (cth: buku2 Pak Stephen Tong. Gak seperti bacaan gue selama ini hehee), dan masih banyakkk seterusnyaaahh. Baca buku dan penggunaan kemajuan teknologi terkini betul-betul memudahkan kita untuk bisa menimba berbagai ilmu secara mandiri. Belajar itu seru yaaahh! -> mengarah jadi ->  Hidup itu seru yaaahh! =D

Bagaimana dengan kisah 'input'-mu, Manteman?

Welll… emang semuanya gak bisa langsung JLEBBB jadi pinter. Gak juga semua target bisa kesampean.  Ada pula yang kandas oleh waktu atau oleh karena kemalasan . Hahaha jangan dong ya. Eh iya, bisa aja ternyata Tuhan gak (atau belum) ijinin terjadi (yaa kita mesti peka juga sama apa maunya Tuhan). Hmm.. emang ini semua gak mudah sama sekali, karena banyak hal yang harus dikorbankan. Ya tenaga, waktu, uang, kenyamanan, dll. Sikap rendah hati pun menjadi syarat utama, yakni kesadaran bahwa kita masih ‘amat kurang’ dan butuh banyak ‘input’.

Apa jadinya kalau kita gak melakukan ‘input’? Yaa pasti ngertilah yaa bahwa kita bakal ‘stucked’. Gak maju. Lama-lama jadi pribadi yang ngebosenin. Gw malah malu klo misalkan ketemu sodara2 yang cuman ketemu setahun sekali atau temen2 lama namun ternyata gw masih orang yang ‘sama’. Pertanyaan yang sering kali muncul dalam benak, “Am I still the same person? Any improvements in my life?”. Makannya menurut gw, kalau nyari pasangan hidup, carilah yang terusss haus akan belajar. Kitanya pun mesti menerapkan standard tersebut ke dalam diri sendiri. Jadinya hubungan kita gak ngebosenin dan terus bisa belajar satu sama lain. Tapi kata Emak gw, kita gak selalu dapet tipe pasangan yang kita pengen. Hhahaa oke deh, sip! Kenapa juga jadi nyambung kesini ?!@#%

“Bersyukurlah kepada Tuhan”. Ayat di samping menjadi penutup tulisan kali ini. Masa-kah kita tidak mau mengoptimalkan hidup yang telah Ia tebus melalui  pengorbananNya di kayu salib? Selamat ber-input ria, Manteman!


Semangattt!!
Franty Ozora
Cinere, 9 Juli 2016. 01.28 PM


Beberapa 'input' ku. *Mata berminar* hihihy~~



Thursday, July 7, 2016

MUSICA DEI

Musica Dei, donum optimi
   Musik adalah karunia Allah yang Maha Kuasa

Trahit homines, trahit Deos
   Menarik manusia dan Tuhan

Musica truces mollit animos
   Musik melembutkan jiwa yang liar

Tristesque mentes erigit.
   Dan mengangkat pikiran yang sedih

Musica vel ipsas arbores
   Musik menggerakan pepohonan

et horridas movet feras
   dan binatang liar.

 -Thank You, thank You, thank You. Thank You for music. Thank You for  these abilities and opportunities-

Salam hangat,
Franty Ozora
Cinere, 7 Juli, 4.55 PM.


satu2nya foto aku main sendiri dan aku suka fotonya hihihiyy.

Tuesday, July 5, 2016

Work work work~


(kategori tulisan: analisa diri sendiri)


            HAIIII SEMUAAAA!!!

           Gilaaaa udah lama banget gw gak nulisss.. How are you, Guys? I hope everything is going well with you all. Well…..a lot of things have changed. And so do I. I changed a lotttttt…ada yang menjadi lebih baik, ada yang menjadi buruk trus (puji Tuhan) udah menjadi baik lagi hahaha.. Daripada semuanya itu, tetap katakan “Tuhan Yesus baik” :’’’’)

            Sangking banyaknya yang mau diceritain ampe bingung. Oke, gw cerita perkembangan hidup aja yaah.. hihihiyy.. Malu deh, kayak ada yang mau baca aja. Gak papa sihhh, buat dokumentasi pribadi aja sihhh. Weekk~~ Kali ini topiknya tentang pekerjaan. Dimana aku udah berada di komunitas pekerjaan ini selama lebih dari 15 tahun. Penasaran??? (kamu sok2 penasaran donggg). Let’s cekidot!!

         Puji Tuhan semua baik. Apapun keadaannya, pasti Tuhan punya maksud baik di baliknya. Well…overall I’m really satisfied with my life. Di Amadeus (aku bekerja sebagai musisi, guru piano dan biola). Sekarang semakin banyak tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Semakin banyak murid baru, semakin banyak latihan pribadi, semakin mengenal personality rekan-rekan kerja, semakin mengenal diri sendiri, dll. Aku betul-betul merasa bertumbuh baik dalam hal personal development, spiritual, skill bermain, dll.

            Tiap pagi kita kan ada doa pagi. Doa berbagai topik, hafalin ayat, bahas buku rohani, dll. Gw bener2 belajar banyak bangettt, dimana ini gak pernah gw dapetin dari luar. It affected me a lot! Ya iyalah ya, klo kita secara konsisten tiap hari dapet input positif (ataupun negatif), tentu akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku kita. Tugasku: Memberikan apa yang udah aku dapetin ini ke orang lain. Lesson for us: Be careful with what we feed our mind everyday! Spread the positive vibes~

          Di Amadeus pun gw mengalami yang namanya: punya kesalahan, punya sifat buruk (Mayoritas waktu dalam hidup kita dihabiskan di tempat kerja. Sehingga orang-orang di tempat kerja kitalah yang sangat tahu bagaimana sifat2 asli kita). Amat bersyukurnya, di  Amadeus ketika kita bikin salah, bukannya kita dibuang, justru kita ditegor (dengan ‘kasih’) kemudian kita diberi kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kesalahan.

          Setelah melalui berbagaiiiiiii proses yang amat pelik (huhuh), gw makin merasa “ya ampun sjfat gw kok buruk banget ya”. Tuhan jadikan tempat kerjaku ini untuk mengubah sifat2 buruk yang gw sendiri gak sadar selama ini. Dan emang kita sebagai manusia gak boleh nyantai apalagi ngerasa udah baik. Masihhh banyakkk (dan selaluu ada) karakter2 kita yang mesti kita ‘poles’ lagi, lagi, dan lagi, untuk makin serupa denganNya. Balik lagi, semuanya terserah kita mau berubah atau gak, dimana perubahan itu gak enak ya. Hahhaa. Hidup memang tak mudah, Kawan!

            Everyone is on their own process.

           Gw pun makin ngerti betapa kita harus punya hati yang mau ngerti orang lain, hati yang gak sibuk ngurusin kebutuhan diri sendiri, punya hati yang mau terus rendah hati, hati yang mau ‘memberi’ gak cuman ‘menerima’, hati yang mau penuh kasih, menanggalkan keinginan daging, hidup kudus, dll. Dimana banyak banget yang gw gak maknai dengan benar selama ini. Gitu dehhh, kapan2 gw jelasin lagi. Lesson learned: If someone criticizes you, be humble to accept it and try your best to change yourself to be better!Be grateful for those who want to be honest to tell you about your negative sides :)

          Lanjutt~ Sekarang latihan pribadi gw banyaaakkk bangetttt hahahah. Asli sehari tuh waktu cepetttt bangettt berlalu. (Kira2) latihan piano 2 jam. Biola 2 jam. Trumpet 1 jam (IYAAAA AKU BELAJAR TRUMPET 2 BULAN INI hihihhii). Itu aja udah 5 jam ya. Belom lagi yang latihan barengan. Skarang murid jg bisa full banget seharian. Well…try our best. Semangat!!  Repetition is the key. Practice doesn’t make perfect. Practice reduces the imperfection =D

            Terusss, seneng banget dehhh resolusi gw tahun ini (dan tiap tahun sih. Hohoho) untuk belajar ‘alat musik baru’ jadi kesampean!! Gw dibeasiswain les trumpet di Amadeus (I’m sooo grateful for this). SERUU BANGETTT!! Duhhh. Bener2 semangat hidup makin bertambah!! Keep on learning new things, Guys. It energizes you! Jangan sampe kita cuman bekerja (output). Tapi mesti cari celah untuk terus-menerus kasih ‘input’ ke dalam diri kita. Emang sih, yang menjadi kendala: Waktu dan tenaga. But it’s your choice, Buddy! *wink*

            My trumpet teacher said, progress gw bagusss lohhh hahaha. Gw targetin bisa main di Gereja sebelom tahun 2016 habis nih. YESS, KEEP ON CHALLENGING YOURSELF, PEOPLE! Yeahhhh~
           
          Seperti biasa….Bulan Juli gini adalah gila-gilaan latihan karena kita (Amadeus) mau ujian bulan Agustus. Gw sendiri nyiapin murid-murid dengan kasih les tambahan (nambahinnya amat banyak. Entah karena gw perfeksionis atau karena khawatir mereka gak bisa hahah. Huffttt.. doain tiap hari buat ini murid-murid, banyak men jadi kadang males doainnya hihihi), latihan banget untuk ngiringin orang-orang yang mau ujian, LATIHAN MAU UJIAN TRUMPET jugaaa hahaha. Oh yaaaa, aku niat les piano deh Januari depan. Gak kesampean mulu krn emang sibuk banget. hikss.. But it’s your choice, fran. (Lihat kalimat terakhir di paragraf kedua sebelum paragraf ini). Nyehhehehe =p

            Next project di Amadeus selain ujian (belasan Agustus): langsung masterclass sama guru-guru dari Austria (sampaii akhir agustus), langsunggg awal september gw ke Kawah Ijen nemenin si bule guru master class itu jalan-jalan (thank God that I’ve been given this opportunity to get some fun hihihy~), trus nyiapin konser Amadeus himne lagu-lagu gereja di pertengahan November dan rekaman juga, selang sebulan langsung konser akhir tahun murid-murid Amadeus. Sibuk? Banget. Capek? Pasti. Gampang? Enggak sama sekali. More blessings = more responsibilities. Weww~

            Ini semua semata-mata anugerah.

            Gak boleh sombong.

            Aku gak layak dapet

            Gak pernah minta

            Tapi Tuhan kasih.

           
          Bersyukur sekali akan pekerjaan di Amadeus. Bersyukur sekali akan rekan-rekan kerja yang sudah seperti keluarga sendiri. Bersyukur sekali untuk setiap tanggung jawab yang Tuhan percayakan. Bersyukur sekali untuk fasilitas alat musik yang boleh Tuhan pinjamkan. Bersyukur sekali untuk talenta dan bakat yang Ia anugerahkan tanpa aku memintanya. Bersyukur sekali untuk Roh Kudus yang dengan setia membentuk karakter-karakterku melalui berbagai lika-liku di dalam pekerjaan ini. Semoga ungkapan syukurku tidak hanya dalam perkataan atau tulisan, tetapi dalam tindakan nyata dengan melakukan yang terbaik di dalam pekerjaan ini.

         Bagaimana dengan kisahmu, Kawan? Syukurilah setiap pekerjaan yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Gak semua orang dapet pekerjaan. Gak semua orang punya kemampuan, talenta, bakat yang kamu miliki.

         Tidak suka dengan pekerjaanmu? Terusss cari Tuhan. Nanti Dia yang yang akan memberi tahu langkah hidup yang harus kamu ambil dalam menapaki dunia karir dan pekerjaanmu. Ayo mari kita sempatkan waktu untuk berefleksi.

           *Mennn, pijet refleksi enak kali ya nih. Rusak moment luu frann!! *

           Welll....Selamat mempersembahkan dunia pekerjaanmu untukNya, Manteman!  
 
         Pada akhirnya…. Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36)
                 
           


          Peluk hangattthh dan dekapan eratttt, 
          Franty Ozora
          (Cinere, Selasa 5 Juli 2016. 1.15 AM)



Thank God for Amadeus!<3 br="">